Wacana Pemerintah Arab Saudi Batasi Peserta Haji Maksimal 90 Tahun, DPR: Segera Bangun Lobi!

Jakarta, TVOnews.com Menteri Agama Nasarudin Umar meminta lobi pemerintah di Arab Saudi agar tidak melanjutkan diskusi tentang keterbatasan para peziarah pada maksimal 90 tahun. Karena, meskipun tidak ada ulasan resmi dari banyak peziarah peziarah peziarah yang mengancam akan menyembah tanah suci. Dengan demikian, pendapat Presiden Komisi VIII Marwan Dasopang adalah topik. 

“Sebenarnya, itu tidak jelas, hanya berita. Kami meminta Menteri Agama untuk melakukan dialog dan lobus Saudi di Sudar, ”kata Marvan pada konferensi pers, yang setelah Komite Pengeluaran Komisi VIII menerima Presiden Prabovo Subiano Presidential Palace Complex pada hari Selasa.

Karakteristik Indonesia adalah banyak peziarah baru yang terdaftar untuk peziarah ketika mereka sudah cukup tua.

“Sifat peziarah kita sebenarnya sudah tua karena pendaftarannya sudah tua, penantian sudah tua dan tidak dapat diterima. Sangat menyakitkan, ”lanjut Marvan.

Pemerintah Indonesia harus dapat membujuk pemerintah Arab Saudi sehingga faktor usia bukanlah indikasi pembatasan.

Jika Anda merujuk pada faktor kesehatan, Marvan mengatakan bahwa Indonesia masih bisa menerima.

Selain itu, Marvani percaya bahwa diskusi pembatasan hanyalah “cerita angin”. “Tidak jelas,” katanya.

Komisi Pengeluaran Panja Haji bertemu VIII DPR di Presiden Prabovo Palace, Jakarta, pada hari Selasa, selama lebih dari dua jam.

Selama pertemuan, Panja mencatat bahwa perjalanan ziarah ke para peziarah, serta biaya pengorganisasian haji, dikurangi dengan peziarah.

Pada sesi yang sama, Komite Kerja juga mengungkapkan waktu menunggu para peziarah potensial, yang sangat panjang di beberapa daerah.

“Ada pendaftaran di Sulaues Selatan selama lebih dari 49 tahun.

Dia melanjutkan daftar tunggu psikologi yang sangat lama oleh para peziarah potensial kepada 5 juta orang.

“Ada orang -orang yang khawatir bahwa mereka tidak akan melakukan perjalanan ke orang tua (orang tua, merah) dan para peziarah yang tidak sehat.

Marvan mengatakan Presiden Prabovo terlihat serius menunggu pertanyaan menunggu.

Marvan menambahkan bahwa presiden juga merencanakan perjalanan ke Arab Saudi pada akhir Januari 2025, yang mungkin akan menjadi salah satu agenda untuk lobi Arab Saudi, sehingga Indonesia akan menerima kuota ziarah tambahan.

“Tuhan menginginkannya (Presiden) bahwa ia akan pergi pada akhir Januari dan kami berharap bahwa ia akan datang ke Saudi dan bertemu di sana kepada raja yang memutuskan apakah kuota dapat ditambahkan ke dalamnya,” kata presiden Komisi Perwakilan VIII.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top