Jakarta, twanews.com – RKA Jakar (UMS) tidak mendapatkan cincin RKA (UMS) DKA (UMS) DKA (UMS) Waka (UMS) yang tidak diperoleh antara serikat provinsi dan pengusaha di malam hari, karena perjanjian tersebut tidak diperoleh di tengah perjanjian,
“Jika kita mengatur, pemerintah daerah memiliki kesepakatan bersama pada karyawan atau bisnis. Ini, tentu saja, tema,” kata Hari, Kamis, 12/12/2024).
WKI, pengusaha, pengusaha (apino dan kadin) dan akademisi, serta akademisi, serta pertemuan akademik.
Namun, diskusi di bidang -bidang yang layak untuk USP hingga 11 Desember, diskusi tidak mencapai titik pertemuan.
“Tidak ada kontrak untuk pekerja di sektor ini pada saat yang sama. 13 Jika kita melihat kelompok penelitian ahli? Jika sebagian besar studi ahli, dia menjelaskan bahwa itu dengan cara ini.
Perbandingan informasi dan penelitian, tidak ada solusi antara serikat pekerja, pengusaha dan ahli atau sektor atau UMSP 2025.
“Tapi kita berbicara tentang jumlah angka. Ayat 11 sekarang, jika ada 16, jika kita memiliki persetujuan, kita harus ditentukan,” tambahnya.
Gubernur Hari Young menunjukkan bahwa mediasi telah menginstruksikan untuk menemukan keputusan terbaik dari semua pihak.
“Alhamullah, bimbingan gubernur dan kita tidak boleh setuju dengan kemarin dan kita harus setuju dengannya lagi dan setuju,” katanya.
Dengan titik ini, nasib UMSP 2025 masih mengharapkan gaji gaji akan berlanjut. Keputusan ini menjadi perhatian besar bagi pekerja dan pengusaha yang bekerja di Jakarar, terutama sejak tahun 2020, dan muncul kembali tahun ini. (AGR / NBA)