Gresik, TVneyews.com memiliki permintaan yang luar biasa, namun telah menerapkan program “kota pintar”, namun tampaknya jumlah infeksi darurat (ISPA). Diketahui bahwa manfaat smart city diketahui dapat meningkatkan kehidupan yang sehat, sehat, dan sejahtera. Temukan sejumlah besar infeksi saluran pernafasan operatif (ISPA) di kelas, yang menimbulkan masalah berbeda. Tidak hanya orang dewasa saja yang menderita penyakit tersebut.
Oleh karena itu, dialog “Gresick” Departemen Kesehatan merupakan dialog untuk “melunakkan” di Sekretariat KVG, JG-Basky Rachham Gresick.
Dialog interaktif interaktif dilakukan oleh Mohammad Maskukhi, pembicara dari ketua Riduan Dplex dan dua anggota KVVG, khususnya Suguud dan Mythachet Arif.
Menjadi terkenal berdasarkan informasi Dincter, 4361 memiliki ARIS di Greysik. Bagaimana dengan banyak kasus di kawasan industri.
Secara umum terjadi di banyak wilayah di wilayahnya, salah satunya ditemukan di banyak wilayah yang mencapai 473 jiwa.
Posisi berikutnya 269 pasien, disusul 269 pasien, dan kemudian diet center.
Perjanjian ini mengkhawatirkan bahwa properti industri sebagian besar memiliki polusi udara yang tinggi.
Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid merasa prihatin dengan tingginya kondisi Arian, khususnya persoalan pabrik.
Ia mengatakan polusi udara yang terkait dengan kegiatan produksi merupakan salah satu faktor terpenting.
“Perusahaan mencanangkan pengendalian polusi udara secara aktif. Pemerintah juga harus memperketat izin pabrik yang memungkinkan menimbulkan polusi,” ujarnya, Jumat (6/12).
Selain itu, politisi PDI-P di Gresick Selatan terus mengupayakan langkah-langkah strategis untuk mengatasi penyakit ISPA Ari.
“Pertanyaan ini menarik, meski perlu kita cek, pelajari, dan mendalami datanya,” lanjutnya.
Selain itu, jurnalis Sucuud juga mencatat perlunya kesepakatan demi kemenangan legislator dan ARI.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk komitmen perusahaan untuk menandatangani 30% kawasan hijau.
“Aturan ini sudah ada tapi benarkah dilakukan? Perusahaan harus patuh terhadap pencemaran agar bisa dikurangi,” ujarnya.
Ketua KVG Mifkhul menjelaskan, Arif bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama untuk menurunkan FGD ARI.
Menurutnya, media berperan penting dalam pendidikan masyarakat.
“Kami bersyukur bisa terus bekerja sama dengan departemen kesehatan pemerintah,” ujarnya. (MHB/Ayam)