Jakarta, pmnunaws.com – Dilihat oleh pengetahuan tentang nasib Indonesia Indonesia atau bermain di luar negeri, di mana Hangyrtri Megawati tak terbendung dengan percikan merah, dan Yolla Yuliana adalah molar.
Diketahui bahwa di Indonesia, ada sembilan pevoli Indonesia di luar negeri yang menunjukkan kekuatannya pada akhir pekan lalu.
Pertama-tama, ada Megawati Hangeestri, yang di musim kedua di Liga Voli Korea 2024-2025. Kembali ke tim Spark Merah yang luar biasa.
Pepoli dijuluki Megatron baru saja memenangkan kemenangan Peppers dengan skor 3-1 (10-25, 25-21, 25-16 dan 25-17) pada hari Minggu (26-01-2012).
Kemenangan itu berarti bahwa percikan merah melanjutkan rekor positif, memenangkan 13 kemenangan berturut -turut.
Akibatnya, tim Ko Hee-jin semakin mengkonsolidasikan posisinya di tempat ketiga dengan 46 poin di Dewan Bola Voli Korea 2024-2025.
Red Sparks hanyalah satu langkah untuk mencapai posisi Hyundai Hillstate di tempat kedua.
Hillstate sekarang dikenal di tempat kedua, mengemas 47 poin atau perbedaan poin dengan percikan merah. Sayatan ini juga menciptakan kemenangan Red Spark berturut -turut berturut -turut.
Dengan menghubungi divisi liga voli kedua atau liga 2024-2025, ada Yolla Yuliana, yang membela Tokyo Sun, sementara Imam Ahmad Faisalis memperkuat kemenangan Fukuoka.
Yolla Yuliana terpaksa menelan pil pahit untuk memilih dua kekalahan dalam tiga set langsung akhir pekan lalu.
Diketahui bahwa Tokyo Sunbeams kehilangan Hamamatsu dengan skor 0-3 (21-25, 22-25 dan 17-25) pada hari Sabtu (2012-01-25).
Jadi Yolla Yuliana jatuh lagi dari tim yang sama dengan skor 0-3 (22-25, 17-25 dan 15-25) pada hari Minggu (26-02-2012).
Meskipun Imam Ahmad Faisal tidak berpartisipasi dalam dua kekalahan yang diderita oleh semangat kemenangan Fukuoka dari semangat Hyogo Delfino dengan 1-3 dan 2-3 poin.
Sekarang diarahkan ke Thailand Volleyball League 2024-2025, di mana ada dua pevolli Indonesia, yaitu, Hady Doni, yang membela Nakhon Ratchasima dan Nizar Zulfar untuk Diamond Food VC.
Doni Harryon memenangkan kemenangan setelah Nakhon Ratchima lebih unggul dari Plokpnya, yang 3-0 (25-20, 25-19 dan 25-16).
Meskipun Nizar Zulfaras juga memenangkan kemenangan dalam empat Kohkood Cabana Seri 3-1 (25-19, 20-25, 25-16 dan 25-13).
Kemenangan ini membuat The Diamond Food VC ketat Nakhon Ratchasima di bagian atas peringkat. Keduanya akan mengatur wajah -untuk -wajah pada tahun 2025. 1 Maret
Dengan demikian, dalam memutuskan nasib empat Indonesia dalam nasib Kamboja atau Liga Techo 2025, yaitu Luvi Febrian Nugraha, Viko Zulfan Aditya, Fing Maulna dan Okky Damar Saputra.
Empat Polvoli Indonesia membela markas pengawal, yang baru saja kehilangan skor penuh Visakha VC dengan 2-3 poin (25-21, 21-25, 25-21, 18-25, 8-15).
Sayatan ini menjadi kekalahan kedua Luvi Febrian dan teman -temannya. Hasil ini juga membuat markas Bodyguard kedua di babak pertama Volleyball League 2025 Kamboja.
(NAD)