TVONENEWSCOMSSCOM – Pemain tim nasional Nasional Indonesia Sandy Sandy Sandwal akan tetap dalam toleransi agama ketika ia menemukan bahwa Riski Richo mengusulkan pengiriman Aulyia.
Ridlo Gitsky ini dan mengirim Alyia dianggap sebagai acara di kampung halaman mereka di Suraabaya pada hari Senin (12/02/2024) di malam hari.
Rizki Rabbi tidak malu untuk terlibat 23 tahun.
Acara pertunangan diadakan oleh Rabbin Gitki, di sela -sela liburan pertandingan untuk tim nasional Indonesia di 2026 kualifikasi Piala Dunia Asia.
Namun, Reskyabba terus melakukan kegiatannya bermain dengan Persia Jakarta. Selain itu, bek Garuda menjadi kapten di Kemayoran Tiger.
News Gitsky Rabbe bertunangan untuk mengirim Aulyia mengejutkan penonton setelah potret kebahagiaan dikirim ke akun pribadi Instagram Ridto.
“Bisillahirahmatraw,” tulis Rizky Ridho di Instagram @rizkyriidhorramaadhanadhani pada hari Selasa (12/3/2024).
Momen keterlibatan ini berhasil memicu beberapa rekan kerja dari tim nasional Indonesia dan Jakarta Persia.
Itu adalah pemberitahuan yang mengejutkan bahwa penonton datang dari Sandy Walk, mengejutkan dengan tulisan mereka.
Sandy Walk dikenal sebagai salah satu pemain tim nasional Indonesia yang melindungi toleransi toleransi agama.
Sandy tidak malu untuk menulis dua kata nuansa Islam dengan memberi selamat kepada Rabi.
“Alhamdulih, Bisemillalah,” kata Sandy Wilsh di Instagram Rankow.
Tiba -tiba banyak warga terkesan dengan Sandy menulis frasa “Alhamdulillaah”.
Sebelumnya, Sandy Stars mencoba untuk mencintai bahwa ia sering dilakukan oleh sesama Muslim di skuad Garuda.
Pelaporan saluran YouTube pribadinya, Selasa (12/03/2024), Sandy Walk mengklaim cepat selama bulan Ramadhan.
Tidak sendirian, Sandy berhadapan dengan istri tercinta, Aislinn Konig, saat berada di Brussels, Belgia.
“Saya punya pacar yang berbuka puasa di sebuah restoran di sekitar Brussels,” kata Sandy Wilsh.
Namun, Sandy tidak terbiasa dengan manajemen waktu yang tepat untuk berpuasa dalam sehari. Alasannya adalah bahwa ada perbedaan waktu yang luar biasa antara Indonesia dan Belgia.
Dia meminta nasihat dari teman -temannya di tim Garuda untuk dapat memimpin waktu dengan sempurna dari kegiatan fajar, sehingga tubuh tetap kuat melalui kelaparan.
“Dimulai dengan bangun di pagi hari untuk mendapatkan makanan dan beberapa minuman (fajar), saya harus terbiasa dengan itu,” katanya.
(Terjadi)